Florian Wirtz akhirnya angkat bicara terkait gol kontroversialnya ke gawang Fulham dalam laga Premier League yang berakhir imbang 2-2 di Craven Cottage. Gelandang Liverpool itu mengakui bahwa dirinya sempat sangat yakin berada dalam posisi offside, sehingga memilih menahan selebrasi saat bola bersarang di gawang lawan.
Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama pertandingan, terutama karena keterlibatan VAR yang kembali memainkan peran penting dalam menentukan sah atau tidaknya gol.
VAR Dua Kali Mengubah Jalannya Laga
Pertandingan Fulham vs Liverpool memang sarat drama sejak awal. VAR pertama kali turun tangan saat tuan rumah mencetak gol pembuka lewat Harry Wilson. Hakim garis sempat mengangkat bendera tanda offside, namun setelah peninjauan ulang, VAR mengesahkan gol tersebut.
Situasi serupa kembali terjadi di babak kedua. Florian Wirtz sukses menyelesaikan umpan matang dari Cody Gakpo, yang sebelumnya melakukan aksi individu impresif menusuk ke kotak penalti Fulham. Meski tembakannya berbuah gol, Wirtz justru terlihat diam tanpa ekspresi.
Gestur tubuh dan raut wajahnya menunjukkan keyakinan bahwa gol tersebut akan dianulir, terlebih karena asisten wasit kembali mengangkat bendera.
Keyakinan Offside Bikin Wirtz Tahan Selebrasi
Setelah proses peninjauan VAR selama kurang lebih tiga menit menggunakan teknologi semi-otomatis, gol Wirtz akhirnya disahkan. Baru setelah keputusan resmi diumumkan, gelandang timnas Jerman itu merayakan gol bersama rekan setimnya.
Usai laga, Wirtz mengakui bahwa sejak awal ia merasa berada dalam posisi tidak sah. Keyakinan tersebut membuatnya memilih untuk tidak bereaksi berlebihan sebelum ada keputusan final dari VAR.
Ia pun mengaku lega dan bersyukur ketika gol itu akhirnya diakui, meskipun perasaan tersebut bercampur dengan kekecewaan karena Liverpool gagal membawa pulang tiga poin.
Kecewa Imbang, Wirtz Tegaskan Ambisi Menang
Pemain bernilai transfer sekitar Rp2,4 triliun itu menegaskan bahwa Liverpool datang ke Craven Cottage dengan target kemenangan. Menurutnya, hasil imbang bukanlah sesuatu yang memuaskan, meski ia juga mengakui bahwa setiap laga di Premier League selalu menghadirkan tantangan berat.
Wirtz menyebut intensitas dan kualitas lawan di Liga Inggris membuat setiap kesalahan kecil bisa berujung fatal, sesuatu yang kembali dirasakan timnya dalam pertandingan tersebut.
Arne Slot Soroti Gol Telat Fulham
Di sisi lain, manajer Liverpool Arne Slot juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Kekecewaan semakin besar karena Liverpool sempat unggul lewat gol Cody Gakpo di menit ke-94, yang hampir memastikan kemenangan dramatis.
Namun, Fulham mampu menyamakan kedudukan di menit ke-97 melalui sepakan jarak jauh Harrison Reed. Slot menilai kebobolan dari luar kotak penalti menjadi masalah berulang yang kembali menghantui timnya musim ini.
Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut tetap memberikan kredit kepada Fulham, yang dinilai sangat efektif dalam memanfaatkan peluang meskipun Liverpool tampil cukup solid secara defensif.
Opini: VAR dan Dilema Selebrasi Gol
Kasus yang dialami Florian Wirtz kembali memperlihatkan sisi lain dari penggunaan VAR dalam sepak bola modern. Di satu sisi, teknologi ini membantu menghadirkan keputusan yang lebih adil. Namun di sisi lain, VAR juga menciptakan momen ragu bagi pemain untuk mengekspresikan emosinya secara spontan.
Dalam situasi ini, VAR justru menguntungkan Wirtz. Meski demikian, fenomena tertahannya selebrasi gol menjadi gambaran nyata bahwa sepak bola terus berevolusi—baik dalam teknologi, emosi pemain, maupun cara penonton menikmati pertandingan.















































