Liverpool kini tengah mencari solusi untuk lini depan setelah Alexander Isak mengalami cedera. Nama mengejutkan muncul sebagai kandidat utama: mantan striker Manchester United, Memphis Depay.
Isak sebelumnya diboyong Liverpool dari Newcastle United pada bursa transfer musim panas lalu dengan rekor transfer Premier League senilai Rp 2,9 triliun. Ekspektasi sangat tinggi, terutama setelah musim lalu ia menjadi top skor kedua Premier League dengan 23 gol.
Namun, adaptasi Isak di Anfield berjalan lambat karena kedatangannya yang terlambat dan beberapa masalah kebugaran. Musim ini, ia baru mencetak dua gol di liga. Masalah bertambah serius ketika ia mengalami cedera fraktur fibula akibat benturan dengan Micky van de Ven saat mencetak gol ke gawang Tottenham, yang memaksanya absen dalam waktu lama. Akibatnya, Arne Slot hanya bisa mengandalkan Hugo Ekitike sebagai striker utama.
Depay: Opsi Murah dan Praktis
Kondisi ini membuat Liverpool mulai meninjau opsi transfer tambahan di bursa Januari. Salah satu nama yang muncul adalah Memphis Depay, mantan penyerang MU dan Barcelona, yang kini membela klub Brasil, Corinthians.
Depay dianggap sebagai alternatif yang relatif murah, karena Corinthians siap melepasnya dengan harga sekitar Rp 196 miliar. Koneksi keduanya dengan Arne Slot, sama-sama berasal dari Belanda, juga diprediksi akan mempermudah adaptasi Depay di Anfield.
Dengan pengalaman bermain di PSV, Manchester United, Lyon, Barcelona, hingga Atletico Madrid, Depay diyakini mampu menambah kualitas lini depan Liverpool. Sejak bergabung dengan Corinthians pada 2024, ia telah mencetak 19 gol, menjadikannya opsi menarik sebagai pelapis sekaligus pendamping Hugo Ekitike selama Isak absen.
Meski demikian, Corinthians sebenarnya ingin mempertahankan Depay karena perannya yang penting, tetapi mereka terbuka untuk mendengarkan tawaran sekitar Rp 197 miliar bagi striker andalan mereka.















































